Kediri – Imam Hartanto (16) seorang pemuda asal Nganjuk, ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal, pada Rabu (2/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi ditemukannya korban berada pada koordinat 7°43' 20,154" S - 112° 3' 38,934" E.

“Tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran sungai menemukan jenazah korban dalam kondisi terapung. Jenazah korban pun dievakuasi ke atas perahu karet dan selanjutnya dibawa ke Posko SAR,” ujar Asnawi Suroso, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Trenggalek.

IMG-20180502-WA0017.jpg

Asnawi menambahkan, setelah berhasil dievakuasi ke darat, selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk divisum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam upaya pencarian korban di sungai Brantas ini, tim SAR gabungan mengerahkan empat SRU (Search and Rescue Unit), baik untuk melakukan penyisiran di sungai dengan menggunakan perahu karet maupun penyisiran melalui darat.

IMG-20180502-WA0018.jpg

Tim SAR gabungan menghadapi beberapa kendala saat melakukan pencarian, diantaranya kondisi aliran sungai Brantas yang cukup deras dan terdapat beberapa titik sungai yang dangkal. Sehingga, upaya penyelaman tidak dilakukan demi keselamatan petugas.

Selain tim operasi Pos SAR Trenggalek, upaya pencarian korban ini juga melibatkan sejumlah pihak, diantaranya Polsek dan Koramil Papar, Satbrimob Kediri, BPBD kabupaten Kediri dan Nganjuk, RAPI, serta warga di sekitar sungai Brantas.

Sementara itu menurut informasi dari saksi mata, musibah yang dialami korban berawal saat Ia dan dua orang temannya berenang menepi setelah perahu penyeberangan yang dinaikinya kandas. Sebelum akhirnya tenggelam, korban diduga mengalami kelelahan saat berenang. (Lib)