JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tepat hari ini, Jumat 20 Februari 2020 genap berusia ke – 48. Dihari jadinya kali ini, sedikit tampak berbeda dimana tidak ada pelaksanaan upacara seperti biasanya hanya menggelar tasyakuran. 

Situasi dan kondisi wilayah NKRI yang sedang dilanda bencana serta cuaca yang kurang kondusif dengan intensitas curah hujan yang tinggi, kebencanaan, dan banjir ini menjadi pertimbangan tidak dilaksanakannya upacara, hal tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito saat memberikan sambutan di gedung serbaguna lantai 15. 

“Hari ini adalah salah satu momentum penting bagi kita semua, di hari ulang tahun yang ke-48 ini kita tidak melaksanakan upacara sebagaimana biasanya namun kita melaksanakan tasyakuran. Saya berharap dengan tasyakuran ini semua pegawai di lingkungan Basarnas dapat memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi saat ini,”ujar Bagus

“Kita harus peka dan simpati dengan situasi tersebut. Kita juga harus senantiasa bersyukur atas apa yang kita raih selama ini karena upaya yang kita kerjakan dengan maksimal dengan pertolongan dan yang kuasa niscaya keberhasilan dapat terwujud. Dengan kerja ikhlas dan berserah diri kepada Tuhan semua dapat menjadi sesuai harapan kita. Syukur menyadarkan kita akan arti pentingnya menikmati kehidupan apapun keadannya karena kunci kebahagiaan adalah bersyukur,”tambah Bagus.

Pada moment tasyakuran ini juga diisi dengan siraman rohani oleh Ustad Lukman Sayadi.  Ustad menyampaikan tentang pentingnya bersyukur dalam keadaan apapun baik senang maupun susah karena yang terjadi di alam ini semua atas putusan rahmat dan kasih sayang ALLAH SWT. 

Selain tasyakuran, di HUT ke – 48 ini Basarnas juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dari Yayasan Makna Bakti dan ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada pegawai termuda, tertua, dan dua orang kapten kapal. (Nv).