Basarnas Terima Audiensi ANRI, Perkuat Sinergi Pelestarian Arsip Kebencanaan dan Operasi SAR

Jakarta – Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito melakukan audiensi dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kamis (23/7/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara ANRI dan Basarnas dalam pengelolaan, pelestarian, serta pemanfaatan arsip yang berkaitan dengan penyelenggaraan pencarian dan pertolongan (SAR) serta penanggulangan bencana.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain peningkatan kualitas tata kelola kearsipan di lingkungan Basarnas, penyelamatan dan pelestarian arsip statis, pertukaran data dan informasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan arsip sebagai sumber pembelajaran dan mitigasi bencana.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyambut baik kunjungan Kepala ANRI beserta jajaran. Menurutnya, dokumentasi dan arsip operasi pencarian dan pertolongan merupakan aset penting yang tidak hanya menjadi rekam jejak institusi, tetapi juga sumber pengetahuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan operasi SAR pada masa mendatang.

Kepala ANRI mengapresiasi komitmen Basarnas dalam pengelolaan arsip. Basarnas telah beberapa kali menyerahkan arsip statis kepada ANRI, yang meliputi arsip penyelenggaraan operasi SAR, penanganan pandemi Covid-19, serta berbagai kebijakan strategis di bidang pencarian dan pertolongan. Arsip-arsip tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi referensi penting dalam pengembangan pengetahuan kebencanaan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, ANRI juga mengundang Basarnas untuk berpartisipasi dalam International Symposium on Disaster Risk Archives (ISDRA) ke-5 yang akan diselenggarakan pada 29 Oktober 2026 di Yogyakarta. Forum internasional tersebut menjadi wadah bagi arsiparis, akademisi, peneliti, instansi pemerintah, dan komunitas kearsipan untuk berbagi pengetahuan serta praktik terbaik dalam pengelolaan arsip kebencanaan.

Melalui audiensi ini, Basarnas dan ANRI berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna mendukung tata kelola kearsipan nasional yang semakin baik, sekaligus menjaga memori kolektif bangsa atas berbagai operasi pencarian dan pertolongan serta peristiwa kebencanaan sebagai sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.