Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


SAVE MANGROVE, SAVE WORLD


 

TANJUNG BENOA --- Saat ini, daratan serta lautan sudah mulai terancam akibat terjadinya perubahan iklim, kekeringan, serta ketidakseimbangan ekosistem yang terjadi di alam. Menjadi hal yang penting untuk menumbuhkan kesadaran agar bergerak bersama sebagai agen perubahan demi menciptakan lingkungan yang lebih baik. Dalam rangkaian menyambut HUT Basarnas Emas ke 50 tahun, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menyelenggarakan kegiatan menanam mangrove di Kawasan Pulau Penyu Tanjung Benoa, Jumat (4/2/2022) pagi. Selain kehadiran seluruh pegawai, juga ikut berpartisipasi dari DWP UP Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. 

Pada momen tersebut, Basarnas Bali menggandeng Potensi SAR dari Korem 163/ Wirasatya, Lanal Denpasar, Lanud I Gusti Ngurah Rai, Dit. Sabhara Polda Bali, Polairud Polda Bali, Brimob Polda Bali, BPBD Provinsi Bali, SAI Rescue, Potensi SAR Radio 115, Senkom, ACT, IOF, MTA, IEA, Basnas, Alpa Tim, Cakrawala, dan DSM. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, S.E., M.A.P. Selanjutnya dilakukan penyerahan secara simbolis bibit mangrove dari pihak Dinas Tahura Provinsi Bali yang diwakili oleh Kelompok Peduli Mangrove kepada Kepala Kantor Basarnas Bali. Lebih dari 100 orang begitu antusias ikut turun langsung menanam mangrove di titik-titik yang sudah ditancapkan batang bambu. 

Menurut Darmada, dengan adanya penanaman pohon sebanyak mungkin secara optimal pada kawasan pesisir pantai dapat sangat membantu memulihkan kondisi ekosistem menjadi seimbang. “Ekosistem Mangrove mempunyai peranan utama bagi masyarakat pesisir, dimana semakin banyak pohon mangrove yang ditanam akan memberikan manfaat yang beragam pula bagi makhluk hidup di sekitarnya,” ungkapnya. Besar kemungkinan setelah penanaman akan menjadi sebuah habitat baru sebagai tempat hidup dan proses berkembang biak berbagai biota laut seperti udang, kepiting, ikan-ikan, serta adanya proses rantai makanan pada biota yang terdapat di zona tersebut. 

Pihak pengelola Pulau Penyu Tanjung Benoa mengapersiasi positif dengan terselenggaranya kegiatan ini. Masih banyak masyarakat yang perduli dengan kelestarian dan ekosistem laut di wilayah Tanjung Benoa. Dimana lokasi wisata penangkaran penyu cukup diminati para wisatawan, sehingga perlu dijaga kelestarian dan keindahan alamnya.

Di lokasi berbeda, Pos SAR selaku perpanjangan tangan dari Kantor Basarnas Bali juga melaksanakan penanaman mangrove di beberapa lokasi yakni Taman Nasional Bali Barat, Desa Grogak Buleleng, dan Lembongan. Jumlah total bibit yang ditanam sebanyak 2200 buah. (ay/ hms dps)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Liana
4 February 13:36 WIB